Maps Menuju Lokasi Pernikahan
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan
Tahun 2007, di SMP yang sama, saya melihatnya untuk pertama kali. Namanya Yosi. Saat itu, saya hanya mendengar namanya tanpa pernah berbicara satu sama lain. Enam tahun kemudian di tahun 2013 kami bertemu lagi, kali ini di dunia maya dalam perbincangan singkat. Kemudian kami kembali menjadi asing, terpisah oleh jarak dan kesibukan masing-masing.
Empat tahun kemudian, pada 2017, akhirnya kami bertemu pertama kalinya. Pertemuan yang singkat, namun cukup untuk menyadarkan bahwa rasa penasaran yang dulu sempat ada ternyata belum benar-benar hilang. Sayangnya, setelah pertemuan itu, komunikasi kami kembali terputus.
Hingga akhirnya, tahun 2020, secara tak terduga kami mulai saling menghubungi lagi. Kali ini, obrolan kami lebih panjang, lebih dalam, dan lebih berarti. Hingga di tahun 2022, saya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan padanya. Namun, tak seperti yang diharapkan, Yosi belum memberi jawaban, meminta waktu untuk berpikir. Kami tetap menjalin komunikasi dengan baik, hingga akhirnya pada tahun 2023, kami bertemu untuk kali kedua dimana akhirnya Yosi memberikan jawaban yang sederhana, namun membuat hati ini lega dan penuh kebahagiaan.
Perjalanan kami tak berakhir di sana, tahun 2024 menjadi tahun yang istimewa. Kami memutuskan untuk berkomitmen dalam sebuah hubungan yang serius. Di akhir tahun yang sama, kami melangsungkan lamaran. Kini, di tahun 2025, kami akan memulai babak baru dalam kisah perjalanan cinta kami.
“Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).”
"From a name that was remembered in 2007, to becoming a couple who will navigate life together. Our journey may be simple, but it is full of meaning and memories that we will carry with us throughout our lives."
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan