Pada tahun 2017, kami sempat berkenalan melalui aplikasi Facebook dan saling bertukar kontak WhatsApp. Namun, komunikasi yang terjalin hanya berlangsung singkat sebelum akhirnya kami hilang kontak dan tak pernah berkabar lagi. Benar kata orang, takdir selalu tahu arah. Empat tahun kemudian, di tahun 2021, kami dipertemukan kembali melalui aplikasi Tinder. Dari situ, komunikasi kembali terjalin hingga akhirnya kami bertemu langsung pada tahun 2022 dan mulai sering menghabiskan waktu bersama.
Tak ada yang menyangka bahwa pertemuan tersebut akan membawa kami pada sebuah perjalanan cinta yang begitu bermakna. Setelah menjalin hubungan selama tiga tahun, atas kehendak Allah, kami melangsungkan acara lamaran pada tanggal 20 April 2025. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa setiap langkah yang kami ambil selalu mendapat ridha dan petunjuk dari-Nya.
Hari ini, bukan lagi tentang “aku” atau “kamu”, melainkan tentang “kita”. Bukan sekadar cinta, tetapi janji untuk hidup bersama seumur hidup. Pada akhirnya, jari ini menemukan genggaman yang tepat, kepala bersandar pada bahu yang tepat, dan hati berlabuh di rumah yang tepat. Bukan karena bertemu kami berjodoh, tetapi karena berjodohlah kami akhirnya dipertemukan, dan memutuskan untuk mengikat janji suci pernikahan pada tanggal 26 Juli 2025.