The Wedding of
Ainun & Fanji
“Pada akhirnya pencarianmu akan bermuara
bukan pada kesempurnaan melainkan penerimaan,
pada sosok yang bisa menerimamu dan juga pengingat
saat taatmu luntur.
Karna tak akan kau temukan sosok
sempurna untuk dipilih tapi selalu ada sosok yang layak
untuk diterima.”
Minggu, 21 Desember 2025
- 00Hari
- 00Jam
- 00Menit
- 00Detik
Ainun Jariah, S.E.
Anak ke 4 dari
Bpk. Basuni & Ibu Umi Kalsum
&
Fanji Kurniawan, S.Ak., CA.
Anak ke 4 dari
Bpk. Rahman Fauzi & Ibu Aliatul Makiah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Sesungguhnya hati ini telah terhimpun dalam cinta dan bertemu dalam taat kepada Mu. Eratkanlah ikatannya, kekalkanlah kasih sayangnya, berkahilah jalannya dan penuhilah hati ini dengan cahaya Mu yang tak pernah pudar Rasa haru dan bahagia terukir di hati kami atas limpahan Rahmat Allah SWT dan kami bersimpuh memohon Ridho Nya untuk melangsungkan pernikahan kami
AKAD
Pukul 08.00 - 11.30 WITA
Mesjid Agung Al Falah
Jalan Kodeco KM 2,5, Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu,
Kalimantan Selatan
Our Story
Pertemuan
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua sudah diatur sangat rapi oleh sang Maha Kuasa. Bukan karena bertemu lalu berjodoh, tapi karna berjodohlah kami bisa bertemu
Lucunya dari semua hal yang ku rencanakan, ia justru datang di waktu yang tak pernah ku persiapkan. Bukan dalam rencana, tapi entah bagaimana jadi bagian yang paling aku suka.
Pendekatan
Plot twistnya saat pertama kali aku mengiyakan untuk dekat dengannya, aku belum jatuh cinta, waktu itu aku hanya ingin melihat sejauh mana usahanya menujuku, ternyata seberani dan segantle itu ia sebagai laki-laki, ia datang dengan penuh pembuktian.
Ia datang bukan dengan janji-janji, melainkan dengan aksi nyata dan visi yang sejalan. Kami menjalani perkenalan yang intens, bukan sekadar basa-basi, melainkan diskusi tentang tujuan hidup, agama, dan masa depan. Kami menemukan bahwa tiga bulan perkenalan yang jujur dan mendalam jauh lebih berharga daripada bertahun-tahun tanpa kepastian.
Lamaran
Setelah diskusi dengan keluarga, sholat istikharah dan banyak pertanyaan yang ku ajukan padanya, aku memutuskan untuk menerima niat baiknya. Hingga akhirnya pada tanggal 21 September 2025 kami melangsungkan lamaran, meskipun dengan sangat sederhana, tanpa dekorasi, tanpa MUA, apalagi berfoto berdua dengan baju couple, yang ada hanyalah pertemuan 2 keluarga inti namun sudah cukup membawa kami pada sebuah ikatan yang di Ridhoi-Nya. Keluarga kami sepakat merahasiakan lamaran ini demi meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, dan menjaga niat baik pada proses ini agar tetap dinaungi ridho-Nya.
Pernikahan
Ini adalah bukti nyata bahwa ketika hati sudah mantap, dan niat telah lurus, tidak ada alasan untuk menunda kebaikan. Dengan restu keluarga dan izin dari-Nya, kami siap mengikat janji suci yang akan dilangsungkan pada tanggal 21 Desember 2025. Bukan hanya memulai sebuah pernikahan, tapi mewujudkan sebuah takdir indah yang telah dituliskan untuk kami.
Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib: “Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemukanmu”.
"Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir"
Ar-Rum 21











