The Wedding of
Fanisa & Fathin
Sabtu, 08 November 2025
THE WEDDING OF
FANISA & FATHIN
QS. Ar-Rum : 21
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
BRIDE
THE
Fanisa Farah Zahra
Anak ke 4 dari 4 bersaudara
Bpk. Kusna Mulyana & Ibu Enden Rita Juhaeti
Muhammad Syafiq Al Fathin
Anak ke 1 dari 2 bersaudara
Bpk. Tatang Suryana (Alm.) &
Ibu Aning Nurani
THE
GROOM
Wedding Event
AKAD
Sabtu, 08 November 2025
08.00 - 10.00 WIB
Graha Nanang Ma'soem
Jl. Pacuan Kuda No.100, Sukamiskin,
Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40293
RESEPSI
Sabtu, 08 November 2025
11.00 - 14.00 WIB
Graha Nanang Ma'soem
Jl. Pacuan Kuda No.100, Sukamiskin,
Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40293
RSVP
*Diharapkan Kepada Tamu Undangan Untuk Mengisi Form Kehadiran Dibawah Ini
Our Love Story
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
– Sapardi Djoko Damono
Pertemuan pertama kami hanyalah sebaris waktu. Dalam tatapan itu tersimpan makna yang tak sempat diucap, tetapi telah lebih dulu dimengerti oleh hati.
Semenjak itu, mata saling mengenal dan hati mulai bicara. Tak ada janji besar yang tersampaikan. Semua hanyalah rasa yang tumbuh sederhana. Sampai akhirnya, kita sepakat untuk tidak lagi berjalan sendiri.
Kami belajar tumbuh bersama, saling memahami tanpa perlu banyak kata. Menemani satu sama lain di antara jarak dan rindu yang silih berganti, hingga waktu sendiri yang akhirnya mengajarkan arti bertahan dan mencinta dengan cara yang tenang.
Dari waktu ke waktu, kami menyadari bahwa rasa ini bukan lagi sekadar kebersamaan, melainkan niat yang perlahan tumbuh menjadi keyakinan untuk melangkah ke arah yang lebih serius.
Hingga akhirnya keyakinan itu membawa kami pada langkah yang lebih pasti. Kami mengikat janji untuk saling menjaga dan kini bersiap menapaki babak baru menuju rumah yang sama.
“Kalau mendung hitam sudah di atas kepala, Jangan larang hujan turun ke bumi. Kalau angin bertiup dengan kencangnya, Jangan larang daun-daun kering berguguran. Kalau senyummu selalu mekar dalam hatiku, Jangan larang aku tetap setia dan rindu padamu.”
– D. Zawawi Imron










