Maps Menuju Lokasi Pernikahan
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."



2024 menjadi halaman pertama yang Allah bukakan untuk kami; di Stasiun Tugu Yogyakarta, di antara deru kereta dan langkah-langkah yang berkejaran, takdir seperti berhenti sejenak, lalu menulis dua nama dalam satu garis. Perjumpaan itu sederhana, hanya tatap yang singkat, hanya sapa yang biasa, lalu melaju bersama menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Namun rasanya seperti embun yang jatuh pelan, diam-diam menumbuhkan harap di tanah hati yang semula kering.
2025 kami belajar berjalan seirama, merajut hari dari ikhtiar-ikhtiar kecil yang produktif hingga lelah pun terasa bermakna. Kami saling menjadi rumah yang hangat; menggenggam saat ragu datang, menguatkan saat langkah hampir runtuh. Ribuan tawa menjadi lentera, ribuan air mata menjadi hujan yang menyuburkan, mengajari kami bahwa cinta bukan hanya bunga, tetapi juga akar.
Kini 2026, kami memantapkan hati untuk “ibadah terpanjang: pernikahan”, bukan sekadar janji di bibir, melainkan kompas seumur hidup. Dari hati yang kerdil, kami dituntun untuk berani: keyakinan dipahat perlahan oleh waktu, ditempa oleh sabar, dipeluk oleh doa. Dan pada 16 Februari 2026, Lisa dan Pras akan melangkah ke gerbang baru: dua perjalanan yang dulu sendiri, kini menjadi satu arah, menjadi sepasang perahu yang sama-sama memilih lautan, dan Allah sebagai nahkoda dan cinta sebagai layar.
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan