Maps Menuju Lokasi Pernikahan
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan
Minang berbisik dalam petuah, Batak bergaung dalam jiwa, Melayu mengalun lembut dalam kata— tiga adat bersua, tanpa pernah saling meminta. Dipertemukan di waktu yang tepat, pada 18 yang diam-diam menuliskan takdir. Di hari itu, semesta seakan berbisik pelan, mempertemukan dua insan yang sebelumnya hanya berjalan dalam cerita masing-masing. Tanggal 18 menjadi awal, saat pandangan sederhana dari pertemuan yang tak terduga bertumbuh menjadi rasa yang indah, perbedaan luluh menjadi satu irama, menyatu dalam rasa yang tak terucap namun kami saling memahaminya.
Perjalanan mengukir cinta ini sangat tidak mudah, banyak perbedaan, tantangan namun selalu berlabuh pada senyum dan tawa dalam penerimaan yang ikhlas, menyatukan perbedaan menjadi cinta istimewa dari pertemuan yang tak pernah terduga layaknya senja, Ia datang diam-diam menyelinap diantara riuh siang yang belum sempat pamit, menjadi saksi bahwa yang tak terduga pun bisa menjadi paling sejati.
Dan di tanggal yang sama, 18 kami bersimpuh dalam ikatan suci— merajut warisan, menenun cinta, hingga menjadi satu: selamanya. Karena kami percaya, 18 bukan sekadar angka—ia adalah tanda, bukan tentang seberapa cepat kami bertemu, berapa lama cinta menjalin melainkan bagaimana cinta itu hadir, dipertemukan di waktu yang tepat, dijaga di waktu yang tepat, dan kini disempurnakan di waktu yang tepat pula.
31 Januari 2026 kami melaksanakan prosesi lamaran atau “Babau” dalam Istilah adat Minang dgn Ninik Mamak suku Tanjuang sebagai prosesi adat pertama
27 Maret 2026 acara “Manakok Hari” menentukan tanggal pernikahan bersama seluruh Ninik Mamak 5 suku dan urang Nagari sebagai prosesi adat kedua
18 April 2026 kami menikah
See you on our special day
Thank You
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan