“Bismillah… Assalamualaikum.” Pesan pertama yang masuk hari ini. Mengawali sesuatu dengan Bismillah terlihat begitu sederhana—hanya satu kalimat pendek. Namun tanpa disadari, banyak di antara kita yang sering lupa mengucapkannya. Padahal, di balik kalimat itu tersimpan makna yang dalam: “Saya (kami) memulai dengan menyebut nama Allah.” Sebuah pengakuan tulus bahwa diri ini tak mampu tanpa pertolongan-Nya. Bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, perlu digantungkan pada ridha dan bimbingan-Nya.
“Apapun yang menjadi takdirmu, akan mencari jalan menemukanmu” ada kalanya kita merasa lelah mengejar sesuatu yang kita anggap sebagai takdir. Kita berlari, memaksa arah, hanya demi “mengusahakan” apa yang kita mau. namun seiring dengan berjalannya waktu, kita belajar satu hal penting: bahwa takdir tidak pernah buta arah. Ia tahu kemana harus berjalan. Ia tahu kapan harus tiba, tanpa memaksa. Ia tidak akan datang terlalu cepat, agar memaksa kita siap. Ia juga tidak akan terlambat agar kita tidak terlanjur menyerah.
Menikah bukan hanya sekedar tentang cinta. Ini adalah keputusan besar menyangkut ibadah, tanggung jawab, dan masa depan yang dijalani bersama. Pernikahan bukan akhir dari pencarian. Tapi awal dari perjalanan menuju ridho-Nya. Ada banyak doa yang menyertai langkah ini. Doa orang tua yang dipanjatkan dalam diam, doa dari keluarga, teman, dan doa yang mungkin pernah kami ucapkan bertahun-tahun lalu tanpa tahu siapa jawabannya. Saat hati ini mantap, bukan karena kami telah menemukan yang paling sempurna, tapi karena kami percaya Allah telah memilih yang paling tepat. Bismillaah.. Semoga Allah meridhai setiap langkah yang kami pilih.
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan