Maps Menuju Lokasi Pernikahan
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan
"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Kisah kami bermula dari sebuah percakapan sederhana yang tak terasa sederhana. Dua jam berlalu begitu saja, diisi obrolan tentang politik, perekonomian, hingga sistem kerja lepas pantai. Tidak ada rayuan, tidak ada janji hanya dua insan yang saling mendengarkan dan saling menghargai cara berpikir satu sama lain. Esok harinya, Matthew selalu bertanya dengan cara yang hangat, “Apakah kamu punya waktu untuk makan malam?” Dan saat itu, saya tidak sendiri. Saya ditemani oleh salah satu sahabat saya.. seseorang yang banyak mengajarkan arti perjuangan hidup, dan saya juga selalu mendoakan Kebaikan selalu menghampirinya.. Matthew yang saat itu sedang menjalani private tour ke Bali dan Labuan Bajo. Ia meninggalkan negaranya, Inggris, dan memilih menikmati keindahan Indonesia tanpa pernah tahu bahwa di tanah ini, ia akan menemukan rumahnya yang lain.
Kami adalah dua insan yang sejak awal ingin saling mengenal dengan sungguh-sungguh, dan berkomitmen bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk seumur hidup. Tidak membutuhkan pertimbangan yang berat untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Karena sejak awal, semuanya terasa jelas dan tenang. Matthew melihat saya sebagai partner yang ia cari sepanjang hidupnya. Dan saya melihat Matthew sebagai partner yang saya yakini, sejak pertama kali ia memperkenalkan saya kepada Ayah,ibu, Kakak dan sahabat-sahabatnya. Ia tidak pernah mengingkari satu pun perkataannya. Setiap kata yang ia ucapkan adalah komitmen. Dan setiap komitmen benar-benar ia wujudkan. Tanpa kami sadari, perbedaan negara, waktu, dan bahkan adat Batak Toba, tidak pernah menjadi penghalang. Tidak membuatnya ragu. Tidak membuatnya mundur Bahkan satu Langkah pun. Tidak.. Ia memperjuangkan cinta ini dengan cara yang sederhana namun nyata. Memenangkan hati Bapak, Mamak, dan adik-adik saya sejak pertemuan pertama. Dengan kamus Bahasa Indonesia yang selalu ada di tangannya, ia berusaha berbicara, memahami, dan menghormati keluarga saya dengan sepenuh hati. Ketulusan itu bahkan terasa melalui tatapan matanya dan caranya memperlakukan keluarga besarku.. Dan di situlah kami percaya, bahwa cinta sejati tidak datang untuk mengubah siapa pun, melainkan untuk berjalan bersama, saling belajar, dan saling menjaga.
Untuk sahabat-sahabat kami di luar sana yang sedang mencari pasangan hidup: Jangan lelah menjadi baik, jangan berhenti percaya pada doa. Cinta tidak selalu datang dengan cara yang kita bayangkan, tetapi ia selalu datang tepat pada waktunya. Semoga Tuhan mempertemukanmu dengan seseorang yang memilihmu setiap hari, yang kata-katanya adalah komitmen, dan yang kehadirannya membawa damai. Percayalah, cinta yang sungguh-sungguh dan cinta yang Tulus tidak akan melewatkanmu. “Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku”. Umar bin Khattab
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan