Siang itu, dengan keyakinan yang kuat
aku memulai sebuah perjalanan.
aku memutuskan untuk menyerahkan segala yang ada pada diriku kepada kamu. kita saling berdoa, menyebutkan nama dengan aamiin paling serius.
Kamu adalah orangnya,
kamu adalah rumahku,
aku mengenang bagaimana aku berkendara menuju rumahmu untuk awal perjumpaan kita.
291 km terasa menyenangkan untuk setiap pertemuan dan kepulangan.
sepanjang tahun, tak ada yang berubah.
jalanan tetap sama, hiruk pikuk kota, hutan, dan deburan ombak tetap menyanyikan rimanya mengiringi jalan pulangku.
hanya saja yang berubah aku tidak lagi
akan melewatinya sendiri.
Aku akan selalu menjadi rumahmu.
menjadi orang yang kamu percaya
saat duniamu penuh kecewa.
pada genggaman tanganku,
aku menjagamu.
aku merayakan kesadaran,
bahwa perjalanan itu berarti,
kita merayakan apa yang tumbuh dan bertahan.
Kita akan tetap seperti ini hingga musim berganti.
berdiri berdampingan, bergandeng tangan, belajar dan bertumbuh.
FEBRI
Ratusan hari sudah kita lewati.
tidak ada yang terlalu lama,
ataupun terburu-buru.
tepat di detik pertama kamu menemukanku,
kamu mengetahui namaku,
percakapan kita tercipta, dan waktu baik sekali membuat kita tetap terjaga dalam kata.
Kamu adalah jawaban dari ribuan hari
aku melipat jemari,
hadiah yang disembunyikan Tuhan
setelah aku kehilangan orang tersayang.
Entah air mata yang mana,
sehingga Tuhan begitu iba
jika tidak mengabulkannya.
Entah rasa syukur yang mana,
yang menjadikan Tuhan begitu percaya
untuk menghadirkanmu
beserta kebahagiaannya.
di hatimu tersimpan segala atap, dinding, dan jendela untuk aku menetapkan diri.
terima kasih selalu menjadi tempat ternyaman untuk aku pulang.
terima kasih selalu ada untuk menguatkanku
di hari-hari yang berat.
Kita akan menempuh hidup baru.
mengetuk pintu yang sama,
menjalani hidup beriringan,
melewati bentang panjang perjalanan.
tulang kita akan berdampingan
dan saling menguatkan.
ROZA
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan