Maps Menuju Lokasi Pernikahan
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan
Takdir pernah mempertemukan kami tanpa janji. Tahun 2016, di sebuah rumah milik kerabat, kami bertatap wajah untuk pertama kalinya. Tidak ada kata istimewa, tidak pula percakapan panjang. Hanya pertemuan singkat yang kemudian berlanjut dengan pertukaran media sosial. Selebihnya, hidup berjalan seperti biasa. Kami kembali menjadi dua insan dengan jalannya masing-masing, sekadar “teman media sosial” yang saling melihat dari kejauhan. Tak saling menyapa, tak saling menunggu. Namun rupanya, semesta hanya sedang menyimpan kami untuk waktu yang lebih tepat.
Tahun-tahun berlalu membawa kami pada badai kehidupan masing-masing. Kami belajar tentang kehilangan, luka, jatuh, dan bangkit. Tanpa sadar, setiap proses itu sedang membentuk kami—menjadi versi diri yang lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih siap mencintai. Kami tidak bersama, namun kami sama-sama bertumbuh. Takdir bekerja dalam diam.
Siapa sangka, Menara Sarinah menjadi saksi bisu pertemuan kedua kami. Tahun 2023, di tengah hiruk pikuk Kota Jakarta, kami kembali dipertemukan—dengan diri yang telah berbeda. Kami bertemu sebagai dua manusia yang telah melewati masa lalu, membawa cerita, luka, dan pelajaran hidup masing-masing. Jakarta tidak hanya mempertemukan kami kembali, tetapi juga menjadi tempat di mana rasa itu tumbuh. Perasaan yang perlahan berkembang, tanpa paksaan, tanpa tergesa.
Hubungan kami bukan tentang kesempurnaan. Ia dipenuhi proses belajar: tentang kepercayaan, tentang memahami, dan tentang menerima. Ada perdebatan, air mata, dan perbedaan cara pandang—namun selalu ada keinginan untuk bertahan. Kurang dari satu tahun kami berjalan bersama, hingga akhirnya pada Februari 2025, kami sepakat melangkah lebih jauh: bertunangan. Bukan karena segalanya telah mudah, melainkan karena kami yakin ingin menghadapi segalanya bersama.
Kini kami memahami satu hal: seleksi alam tentang jodoh itu nyata. Yang bukan jodoh, akan pergi dengan sendirinya—meski terasa menyakitkan. Dan yang berjodoh, akan selalu didekatkan kembali dengan cara apa pun. Jodoh bukanlah tentang dua insan yang sama, melainkan dua pribadi yang mau saling melengkapi kekurangan dan kelebihan. Tidak ada yang 100% cocok, namun ada dua orang yang memilih untuk saling memahami dan bersyukur.
Pada akhirnya, 08 Februari 2026 menjadi hari di mana doa-doa kami menemukan jawabannya. Kami melangkah menuju ikatan suci pernikahan— sebuah janji untuk saling menjaga, bertumbuh, dan pulang satu sama lain. Karena menikah bukan tentang hidup tanpa masalah, melainkan tentang dua hati yang sepakat untuk tetap berjalan bersama, apa pun yang akan datang.
See you on our special day
Thank You
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan