Maps Menuju Lokasi Pernikahan
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan
Awal tahun 2018, kami hanyalah dua orang teman satu kelas tanpa perasaan apa pun. Bahkan, Ian sempat merasa kesal kepada Tiara karena pernah melaporkannya bolos jam pelajaran kepada guru—yang ironisnya menjadi pengalaman bolos pertama Ian. Kedekatan mulai terjalin pada akhir September 2018, saat sepulang sekolah Ian menawarkan bantuan ketika motor Tiara mengalami kendala. Dari peristiwa sederhana itu, komunikasi pun berlanjut hingga pada Oktober 2018 hubungan kami berkembang dari sekadar teman menjadi perjalanan bersama.
Tahun 2020 menjadi fase penting dalam perjalanan kami. Atas arahan dan dukungan Tiara, Ian mengikuti sosialisasi binlat Polrestabes hingga akhirnya berhasil lolos. Namun, perjalanan ini tidak selalu mudah. Jarak dan waktu sempat memisahkan kami—Ian menjalani pendidikan di SPN, sementara Tiara melanjutkan perkuliahan. Di balik itu semua, hubungan kami dijalani dengan penuh kehati-hatian, mengingat Tiara adalah anak tunggal dengan orang tua yang sangat protektif. Kondisi ini menjadi ujian bagi Ian untuk tetap sabar, konsisten, dan bertanggung jawab, terlebih ketika keluarga Tiara belum sepenuhnya memberikan restu meski Ian telah resmi menjadi anggota kepolisian pada saat itu.
Seiring berjalannya waktu, kepercayaan itu perlahan tumbuh. Melalui kesungguhan Ian yang terus datang ke rumah dan menjalin komunikasi dengan orang tua Tiara, keyakinan pun terbangun dan kepercayaan keluarga dapat diraih. Hingga akhirnya, hubungan kami direstui dan pada tahun 2024 kami melangkah ke tahap yang lebih serius dengan melangsungkan pertunangan. Perjalanan panjang yang terjalin selama kurang lebih tujuh tahun—sejak 2018 hingga 2025—mematangkan kami untuk melangkah ke jenjang pernikahan dan menjalani bahtera rumah tangga bersama.
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan