Saat itu hujan mengalir deras beserta kesedihan yang aku rasakan. Sapaan yang ia sampaikan di malam itu memberi pelangi pertama di awal tahunku yang sendu. Dua pekan berlanjut dan mata kita bertemu di antara kerumunan. Meski hanya saat singkat, dari situlah kisah ini bermula dan percikan keajaiban itu tak pernah padam.
Sebulan berlalu dan musim pun belum berganti. Konon kehilangan kerap berdampingan dengan pertemuan. Dan keajaiban itu datang. Kehilangan kesayangan yang ‘sangat berarti’ menjadi kunci untuk menemukan satu sama lain lagi di persimpangan jalan hidup.
Pertarungan musim diarungi. Merobohkan pohon pernah menjadi pilihan. Namun ternyata akar tidak serapuh itu. Bersama, menjelajahi kehidupan dari segala kegembiraan dan cobaan di hadapan puluhan mata yang ada.
Dan di tahun kedua pohon ini bersemi, langkah terbesar dalam hidup telah dipilih. Bersiap untuk menulis bab baru dari kisah cinta yang tak terbatas atas ridho Illahi.
silahkan pilih rute seperti yang ada di gambar bawah ini, karena ada penutupan jalan sementara untuk perbaikan jalan